ShoutMix chat widget
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2012

Effendy, Sang Penemu 730 Senyawa Baru



Sanewsonline _ Indonesia boleh berbangga karena memiliki Prof Effendy, ahli kristalografi yang diakui dunia. Di tengah minimnya sarana dan prasarana penelitian, ia mampu menemukan dan menganalisis 730 senyawa koordinasi baru dari garam-garam tembaga, perak, dan logam-logam alkali dengan ligan-ligan dari unsur golongan 15. Suatu angka pencapaian yang menurut para ahli kimia amat luar biasa.

Pekan lalu, Effendy mendapatkan Habibie Award atas 22 tahun penelitiannya dalam sintesis dan penentuan struktur senyawa koordinasi, dengan menggunakan metode difraksi sinar X. Penelitian Effendy memang penelitian dasar yang manfaatnya baru dirasakan 10-20 tahun mendatang.

Penerima Habibie Award 2012 lainnya adalah Prof Dr Teguh Santoso Sukamto, kardiolog FKUI/RSCM. Baik Effendy maupun Teguh memperoleh hadiah uang 25.000 dollar AS.

Penelitian Effendy tentang struktur senyawa kimia itulah yang nantinya menjadi dasar peneliti lain untuk menciptakan berbagai inovasi untuk kepentingan medis, pangan, dan bioteknologi.

”Sekarang ini berbagai disiplin ilmu harus saling bekerja sama. Ahli biologi molekuler harus bekerja sama dengan ahli kristalografi. Molekul kecil seperti Cisplatin berbahan dasar atom platinum, hidrogen, nitrogen, dan klor, yang ditemukan 75 tahun lalu. Belum lama ini, secara tidak sengaja diketahui itu dapat digunakan sebagai obat antikanker,” Effendy menuturkan.

Terancam ”drop out”

Effendy bercerita, dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi ahli kimia. Sewaktu masih duduk di bangku SMA, ia bercita-cita menjadi dokter. Namun ayahnya, Nawawi, yang sempat menjadi pengepras atau pemborong tanaman tebu, secara mendadak bangkrut. Ketika itu sang ayah bangkrut karena ditipu oleh oknum-oknum di Pabrik Gula Krebet Baru, Malang.

Kondisi itu membuat Effendy terpaksa masuk ke Jurusan Pendidikan Kimia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Dia membiayai kuliah dengan membuka kios penyewaan buku dan komik. Usaha inilah yang kemudian juga membantu membiayai kuliah empat adiknya.

Lulus S-1 dari IKIP Malang pada 1981, dua tahun kemudian Effendy melanjutkan ke jenjang S-2 Pendidikan Kimia di IKIP Jakarta. Dia berhasil lulus S-2 tahun 1985. Pada 1987, Effendy memperoleh beasiswa untuk belajar ke Australia bersama 20 pengajar IKIP yang sudah menyandang S-2 dari seluruh Indonesia. Mereka diharapkan menjadi pakar dalam bidang kimia, fisika, dan matematika.

”Di Australia, kami semua diturunkan setara dengan tahun ketiga S-1. Luar biasa berat buat saya karena selama satu tahun harus mendalami teori-teori kimia untuk mencapai gelar BSc dan setahun lagi untuk BSc Honour. Namun, saya merasa beruntung karena bisa menemukan satu senyawa pada saat terakhir masa tesis. Kalau tidak, saya bisa kena drop out,” cerita Effendy beberapa waktu lalu.

Dari satu senyawa itulah, Effendy melangkah lebih jauh. Ia terus melakukan penelitian dan menemukan senyawa-senyawa koordinasi lain yang kemudian dia pelajari strukturnya. Jika mahasiswa lain berlibur pada musim panas, Effendy justru memilih berkutat di laboratorium. ”Setelah dua bulan, saya berhasil menyintesis 32 senyawa baru,” katanya.

Atas prestasinya itu, Effendy ditawari masuk program doktor tanpa harus menyelesaikan program master. Dua bulan setelah pengumuman kelulusan sebagai doktor pada akhir tahun 1993, Effendy diminta oleh seorang ahli kimia, Prof Allan Henry White, untuk melanjutkan penelitian yang dia lakukan selama menjalani program doktor.

”Saya menerima tawaran itu karena di Indonesia belum ada alat single crystal diffractometer X-ray yang merupakan alat utama dalam penelitian saya. Kalau saya paksakan pulang ke Tanah Air, penelitian saya akan berhenti di tengah jalan,” kata Effendy.

Mondar-mandir

Sejak 1994 hingga kini, Effendy mondar-mandir antara Malang dan Australia. Akibatnya, dia tergolong terlambat untuk menikah. Pada 1998, saat berusia 42 tahun, dia menikahi Aniswati, salah seorang mahasiswinya di IKIP Malang yang lebih muda 18 tahun dari dirinya. ”Saya memimpikannya ketika naik haji,” tuturnya.

Effendy bercerita, dia memiliki lahan sawah 1 hektar untuk ditanami padi. Oleh karena itulah, sang istri belakangan ini juga menjadi penyuluh pertanian dan mengelola sebuah toko swalayan di Bulu, Lawang.

”Ini untuk membagi rezeki kepada lima karyawan toko kami. Kami berusaha agar hidup ini bisa memberi manfaat kepada orang lain,” ujarnya.

Effendy yang awalnya adalah pendidik kimia murni sekarang menjadi salah seorang dari sedikit ahli kristalografi yang dimiliki Indonesia. Hasil penelitian yang dia tulis lalu diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah dunia.

Dia menjadi satu-satunya ilmuwan Indonesia yang namanya masuk daftar Cambridge Structural Database (CSD) di Cambridge Crystallographic Data Centre, sebuah database berisi nama para peneliti yang berhasil memublikasikan minimal 501 struktur senyawa baru dalam jurnal internasional. Karena itu, amat pantas jika Effendy mendapatkan Habibie Award di bidang ilmu dasar.

Selain menjadi peneliti ilmu kimia, Effendy juga membantu mengembangkan kurikulum pendidikan ilmu kimia untuk para pelajar SMP dan SMA rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah internasional. Dia juga membantu pengembangan program pendidikan tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di tengah semua kesibukannya itu, Effendy masih sempat menulis setidaknya sembilan buku teks. Salah satu bukunya itu ditulis dalam bahasa Inggris.

Impian Effendy yang belum terwujud adalah menjadikan Universitas Negeri Malang sebagai pusat kristalografi nasional. Dia berharap ada donatur yang mau membantu pengadaan alat single crystal diffractometer X-ray yang harganya sekitar Rp 5 miliar.

”Hal yang juga penting adalah menyiapkan teknisi untuk mengoperasikan dan kaderisasi untuk mereka yang ingin mendalami kristalografi. Kaderisasi itu yang lebih sulit karena minat mahasiswa kecil sekali untuk mendalami ilmu dasar,” kata Effendy.

 
***


H Effendy

• Lahir: Malang, 20 September 1956

• Pendidikan: 
- S-1 Pendidikan Kimia IKIP Malang, 1981 
- S-2 Pendidikan Kimia IKIP Jakarta, 1985 
- S-3 Kimia Anorganik Fisik University of Western, Australia, 1994 

• Istri: Aniswati 

• Anak: 
- Naufal Attiqurrahman
- Fiqri Ihsanurrahman 
- Adzka Rizqy Taufiqurrahman 

• Pekerjaan: 
- Guru besar pada Universitas Negeri Malang
- Visiting researcher di Department of Chemistry University of Western, Australia

Sumber : kompas
Posted on 20.00 / 0 komentar / Read More

Afrika adalah "Amerika" seperti pada Zaman Purba



Sanewsonline - Jika Amerika Serikat adalah pusat teknologi pada masa modern, dilihat dari inovasi, publikasi ilmiah, dan peraih nobel, Afrika Selatan bisa dikatakan "Amerika" pada zaman purba. Di sanalah, para perekayasa mulai berkarya melahirkan teknologi yang diperlukan pada masa itu.

Hal itu terungkap dalam hasil studi Christopher Henshilwood, arkeolog dari Wits University di Johannesburg. Makalah berjudul "Late Pleistocene Techno-traditions in Southern Africa: A Review of the Still Bay and Howiesons Poort, c. 75 ka" yang menguraikan hasil studi itu diterbitkan di jurnal World Prehistory, Kamis (6/12/2012).

Dalam makalah itu, Henshilwood mengungkapkan bahwa ada dua periode yang merujuk pada revolusi teknologi pada zaman purba, yaitu Still Bay techno tradition (75.000-70.000 tahun lalu) dan Howiesons Poort techno tradition (65.000-60.000 tahun lalu).

Berdasarkan hasil penelitian, pada masa itulah Homo sapiens mulai menciptakan teknologi. Sejumlah alat dihasilkan, di antaranya seni abstrak pertama di telur burung unta, perhiasan pertama, alat batu pertama, serta anak panah batu pertama yang dilepaskan dengan busur.

"Semua inovasi itu, dan banyak lagi yang baru saja ditemukan, menunjukkan dengan jelas bahwa Homo sapiens di Afrika  bagian selatan pada masa itu cerdas dan punya perilaku seperti kita," kata Henshilwood, seperti dikutip Physorg, Rabu hari ini.

Henshilwood dalam makalahnya juga menguraikan faktor pendorong munculnya inovasi itu. Menurut dia, inovasi dipacu oleh masalah kependudukan dan perubahan iklim, terutama naiknya permukaan air laut, yang menjadi ancaman saat itu.

Hasil penelitian Henshilwood menantang pandangan sebelumnya bahwa perilaku dan teknologi manusia berkembang dari manusia Eropa 40.000 tahun lalu. Perilaku kompleks dan teknologi manusia ternyata bermula di Afrika, wilayah yang kini kadang diasosiasikan dengan keterbelakangan. 

Sumber : Physorg
Posted on 19.58 / 0 komentar / Read More

Selasa, 06 September 2011

Kotak Tua Terkait Misteri Kematian Yesus

San news - Otoritas Barang Antik Israel berhasil menyita kotak tua berusia 2000 tahun dengan ukiran pesan di permukaannya. Peristiwa itu terjadi 3 tahun lalu. Namun kotak tua itu ternyata berharga sebab ditengarai terkait dengan cerita mengenai kematian Yesus.
"Di luar semua keraguan, pesan yang terukir di atas kotak tua itu otentik," kata Yuven Goren, arkeolog dari Tel Aviv University yang memimpin upaya otentifikasi kotak tua berbahan batu gamping dan berhiaskan ukiran bunga roset itu.
Ukiran pesan di kotak tua itu menyebut nama salah satu imam besar yang bertanggungjawab dalam penyaliban Yesus, yakni Kayafas. Tulisan pesan itu sesuai publikasi Foxnews, Rabu (31/8/2011), "Miriam anak perempuan Yeshua putra Caiaphus (Kayafas), imam besar Maaizah dari Beit Imri."
Goren menerangkan, Maaizah merupakan klan terakhir yang disebut dari 24 ordo imam besar dari periode gereja kedua. Sementara Beit Imri menurut Goren adalah tempat dimana klan tinggal sebelum menyebar ke Galilea pada tahun 70 AD sesuai riwayat dalam Kitab Talmud.
Menurut Goren, kotak tua itu kemungkinan berasal dari komples pekuburan Lembah Elah, barat daya Yerusalem. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat legendaris dimana pertempuran Daud dan Goliath berlangsung. Beit Imri mungkin berada di lereng Gubung Hebron.
Penemuan kotak tua dengan ukiran pesan ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2002, benda serupa pernah ditemukan namun akhirnya terungkap bahwa hanya hoax. Goren sendiri menekankan bahwa kotak tua yang diotentifikasi olehnya benar, ia mampu menerangkannya secara ilmiah.
"Ketika batu terpendam selama ribuan tahun, ia dipengaruhi oleh lingkungan dan mempengaruhi lingkungannya," jelas Goren. Proses erosi, pengasaman, tumbuhnya bakteri, alga dan lumutr kerak, merupakan proses yang tak mungkin ditiru di lab. Penemuan kotak tua ini dipublikasikan di Israel Exploration Journal.

Sumber : Kompas
Posted on 17.09 / 0 komentar / Read More

Selasa, 12 Juli 2011

Lukisan Tertua dari Zaman Es

San News - Ukiran pada fosil tulang mamalia besar yang ditemukan di Vero Beach, Florida, Amerika Serikat, diperkirakan sebagai sampel tertua dari karya seni yang pernah ditemukan. Para peneliti dari Smithsonian Institution dan University of Florida memastikan temuan tersebut setelah melalui proses panjang yang melibatkan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.
Ukiran bergambar mastodon itu memiliki panjang tiga inci dari ujung kepala hingga ujung ekor serta tinggi 1,75 inci dari ujung kepala hingga telapak kaki kanan depan. Para peneliti memeriksa komposisi dasar tulang yang diukir itu dan membandingkannya dengan tulang lain dari Old Vero Site, lokasi penemuan tulang manusia yang berdekatan dengan tulang hewan purba Zaman Es yang sudah punah.
Mereka menggunakan mikroskop optik dan elektron yang menunjukkan tidak ada perbedaan warna pada alur ukiran dengan bagian lainnya. Itu menunjukkan bahwa ukiran tersebut bukanlah hasil rekayasa dan asli berasal dari 13 ribu tahun atau lebih. Penemuan tulang oleh pemburu fosil James Kennedy awalnya sempat diragukan keasliannya.
Spesimen langka ini pun diakui sebagai bukti bahwa manusia yang tinggal di Amerika pada Zaman Es telah menciptakan karya seni berupa gambar hewan yang mereka buru. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science ini sekaligus memperkuat temuan dan argumentasi ahli geologi Elias Howard Sellards di Old Vero Site pada awal abad 20.

Sumber : National Geograpic
Posted on 16.13 / 0 komentar / Read More

Grafiti di Makam Yahudi Kuno Terungkap

San News - Coretan makam di perkuburan Yahudi kuno berhasil diuraikan seorang ahli arkeologi. Isinya mengungkap pertalian keyakinan orang Yahudi dengan budaya Romawi.
Karen Stern adalah ahli arkeologi dan asisten profesor pada departemen sejarah di Brooklyn College yang berhasil menguraikan dan menginterpretasikan coretan makam di situs pemakaman Yahudi kuno yang berada di Beit She'arim, Israel.
Stern menemukan coretan grafiti berupa tulisan Yunani kuno di dalam Gua Peti Mati. Coretan tersebut berukuran amat kecil dan berada di dekat relung tempat lampu minyak. Salah satunya berbunyi, "Teguhkan hati, Orang Tua Suci dari Pharcitae, udes adonitas-tak ada yang hidup abadi". Menurut Stern, maksud coretan itu adalah untuk menenangkan orang mati yang sedang dibawa ke ruangan bawah tanah agar ia tidak merasa lemah hanya karena ia sudah meninggal.
Coretan lainnya berbunyi, "Semoga sukses dalam kebangkitan Anda". Selain itu, ada juga mantra-mantra magis dalam bahasa Yunani, kutukan dalam bahasa Aramaik yang isinya berupa ancaman nasib buruk yang akan menimpa siapa saja yang menjarah makam.
Gua Peti Mati merupakan kawasan pemakaman luas dengan beraneka ragam pusara. Sarkofagus sendiri bukan merupakan tradisi Yahudi, melainkan Romawi. Pada masa kejayaan Romawi, orang Yahudi percaya apabila mereka meniru orang Romawi, bicara seperti orang Romawi, dan berperilaku seperti orang Romawi, maka mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sumber : National Geograpic
Posted on 16.10 / 0 komentar / Read More

Selasa, 14 Juni 2011

Cerdas, Homo Soloensis Bersenjata Tulang

San News -  Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) menemukan tiga senjata tajam manusia purba Homo erectus Soloensis yang terbuat dari tulang kerbau dan sapi purba di Situs Ngandong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Temuan itu melengkapi data kecerdasan sekaligus evolusi budaya manusia purba yang hidup sekitar 150.000 tahun lalu.
Tiga senjata itu ditemukan ketika penelitian lanjutan di lokasi temuan Homo erectus Soloensis selama Maret 2011. Ketiga tulang berujung tajam itu mempunyai panjang 15-20 sentimeter dan berada dalam kondisi utuh. Saat ini, BPSMPS menyimpan temuan itu di Museum Sangiran di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jateng.
Kepala BPSMPS Harry Widianto, Senin (13/6/2011) di Sragen, mengatakan, manusia purba menggunakan tulang itu sebagai senjata tajam atau alat penusuk buruan. Peneliti BPSMPS menduga manusia purba meruncingkan bagian ujung tulang itu menggunakan alat serpih yang terbuat dari batu. "Alat serpih dari batu itu kami temukan lokasinya saat survei di Ngandong," kata Harry.
Menurut Harry, pada zaman itu, manusia purba menggunakan alat-alat yang terbuat dari batu dan tulang. Mereka bahkan mampu memanfaatkan sebuah alat untuk membuat alat lain. Hal itu memperkuat sebutan mereka sebagai manusia purba yang cerdas atau Homo sapiens.
Posted on 18.34 / 0 komentar / Read More

Minggu, 12 Juni 2011

Ada Dua Ruangan Rahasia di Piramida Giza

San News - Piramida Giza diduga menyimpan dua ruangan tersembunyi yang belum ditemukan. Kedua ruangan tersebut berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan perabotan pemakaman.
Dugaan itu disampaikan Jean-Pierre Houdin, peneliti piramid dari Perancis, setelah mempelajari data seorang ahli sejarah Mesir dari Amerika Serikat, Bob Brier, yang digabungkan dengan simulasi tiga dimensi (3D) yang dibuatnya. Penelusurannya tersebut memberi petunjuk mengenai kemungkinan adanya dua ruangan rahasia di jantung bangunan besar itu.
"Saya yakin ada dua ruangan depan dalam piramida besar itu dan saya ingin menemukannya," katanya seperti dikutip situs Discovery News. Piramida Giza yang juga disebut Khufu atau Cheops sesuai penguasa yang membangunnya saatitu merupakan piramida tertua dan terbesar.
Kedua ruangan di dalam piramida tersebut diperkirakan sebagai tempat penyimpanan perabot yang digunakan pada kehidupan di alam baka oleh Firaun Khufu yang juga dikenal sebagai Cheops oleh orang Yunani. Menurut Houdin, petunjuk keberadaan ruangan depan itu didapatnya berdasarkan adanya ruangan serupa di Piramida Snefru, ayah dari Khufu. Oleh karena itu, kemungkinan besar rancangan yang sama juga dipakai di Piramida Giza.
Selain itu, balok-balok yang berada di tembok selatan ruangan sang raja di Piramida Giza mengindikasikan sebuah jalan yang terabaikan yang diduga menuju ke ruangan rahasia dan digunakan para peserta upacara pemakaman sebagai jalan keluar dari piramida.


Sumber : National Geographic
Posted on 09.53 / 0 komentar / Read More

Misteri Hieroglif di Piramida Terungkap

San News -  Penjelajahan arkeolog ke dalam Piramida Giza dengan bantuan robot berhasil menemukan pesan rahasia yang ditulis dalam aksara hieroglif. Pembacaan yang dilakukan akhirnya mengungkap bahwa aksara hieroglif itu merupakan simbol angka.
"Hieroglif itu adalah simbol angka. Dibaca dari kanan ke kiri, berarti 100, 20, 1. Angka-angka tersebut menyatakan keliling ruangan rahasia itu, 121 hasta," ungkap Luca Miatello, peneliti independen yang memiliki spesialisasi di bidang matematika Mesir Kuno.
Miatello mengatakan, hieroglif itu ditemukan di belakang pintu salah satu ruangan misterius. Ruangan tersebut merupakan satu dari 4 ruangan dalam piramida yang ditemukan pada tahun 1872 dan puluhan tahun menjadi teka-teki bagi para arkeolog.
Shaun Whitehead, peneliti yang terlibat dalam proyek ini mengungkapkan, "Jika hieroglif itu benar angka dan menyatakan pengukuran tepat ruangan misterius, ini mengagumkan. Ini akan menjadi kunci teka-teki yang langka dan besar tentang apa yang sebenarnya arsitek piramida itu pikirkan."
Piramida tempat ditemukannya hieroglif ini dibangun untuk Firaun Khufu dan merupakan yang terbesar diantara 3 piramida di Giza. Menurut Miatello yang menulis tentang pola angka piramida di Jurnal Ankh dan Journal of Archaeology of Egypt, kelipatan 7, 9 dan 11 hasta sering dijumpai dalam pola desain piramida.  

Sumber : Kompas
Posted on 09.51 / 0 komentar / Read More

Jumat, 10 Juni 2011

Pemukiman Kuno Ditemukan di Dataran Tinggi Ethiopia


San News - MUNICH - Para ilmuwan telah menemukan sebuah pemukiman kuno di dataran tinggi Ethiopia. Penemuan ini diharapkan dapat menyediakan informasi kebudayaan dan pengaruh mereka terhadap kebudayaan di sekitarnya.

Jorg Fassbinger dari Geophysics Departement of Earth and Enviromental Sciences di Ludwig-Maximilians University dan koleganya Margaret Schlosser dari German Archaeological Institute memulai proyek pencarian situs tersebut sejak awal bulan Mei.

Seperti yang dikutip dari Past Horizons, Selasa (7/6/2011), mereka meneliti sebuah situs yang diduga adalah sebuah pemukiman kuno di wilayah barat laut Ethophia, yakni di wilayah Tigray yang merupakan lokasi dari Yeha, yang dipercaya merupakan pusat dari kerajaan Diamat tahun 700 sebelum masehi. 

Tim peneliti menggunakan sebuah magnetometer untuk mendeteksi keanehan di gelombang geomagnetik yang merupakan penanda ditemukan objek tersembunyi, termasuk struktur tembok, makam, dan bangunan lainnya.

Teknologi macam magnetometer jarang digunakan dan biasanya hanya dipakai di negara yang berlokasi dekat ekuator, karena gelombang magnetik di daerah tersebut menghalangi alat tersebut untuk mendeteksi struktur bangunan yang terkubur di dalam tanah. Magnetometer merupakan alat yang berguna untuk pencarian benda-benda kuno yang terkubur dalam tanah.

"Pada penggalian pertama, ditemukan tembok batu, situs pemakaman dan tulang-tulang hewan, yang berasal dari jaman yang berbeda.

Di antara temuan tersebut juga ditemukan pecahan keramik yang diduga berasal dari periode Ethio-Sabean sekira 1.000 tahun sebelum masehi.


Sumber : Okezone
Posted on 11.22 / 0 komentar / Read More

Senin, 06 Juni 2011

Peninggalan Zaman Prasejarah Indonesia

Zaman Prasejarah tidak meninggalkan bukti-bukti berupa tulisan. Zaman prasejarah hanya meninggalkan benda-benda atau alat-alat hasil kebudayaan manusia. Peninggalan seperti itu disebut dengan artefak. Artefak dari zaman prasejarah terbuat dari batu (Zaman batu atau teknologi zaman batu) tanah liat dan perunggu. Berikut ini peninggalan zaman prasejarah di Indonesia:

1. Kapak Genggam


Disebut juga dengan kapak perimbas. Alat ini berupa batu yang dibentuk menjadi semacam kapak. Teknik pembuatannya masih kasar, bagian tajam hanya pada satu sisi. Alat tersebut belum bertangkai, dan digunakan dengan cara digenggam. Tempat ditemukannya antara lain di Lahat Sumsel, Kalianda Lampung, Awangbangkal Kalsel, Cabbenge Sulsel dan trunyan Bali.

2. Alat Serpih


Merupakan batu pecahan sisa pembuatan kapak genggam yang dibentuk menjadi tajam. Alat tersebut berfungsi sebagai serut, gurdi, penusuk dan pisau. Tempat ditemukannya di Punung, Sangiran, dan Ngandong (lembah Sungai Bengawan Solo); Gombong Jateng; lahat; Cabbenge; dan Mengeruda Flores NTT.

3. Sumatralith


Nama lainnya adalah Kapak genggam Sumatera. Teknik pembuatannya lebih halus dari kapak perimbas. Bagian tajam sudah di kedua sisi. Cara menggunakannya masih digenggam. Tempat ditemukannya di Lhokseumawe Aceh dan Binjai Sumut.

4. Beliung persegi


Merupakan alat dengan permukaan memanjang dan berbentuk persegi empat. Seluruh permukaan alat tersebut telah digosok halus. Sisi pangkal diikat pada tangkai, sisi depan diasah sampai tajam. Beliung persegi berukuran besar berfungsi sebagai cangkul. Sedangkan yang berukuran kecil berfungsi sebagai alat pengukir rumah atau pahat. Tempat ditemukan di Sumatera, jawa, bali, Lombok dan Sulawesi.

5. Kapak Lonjong


Merupakan alat berbentuk lonjong. Seluruh permukaan alat tersebut telah digosok halus. Sisi pangkal agak runcing dan diikat pada tangkai. Sisi depan lebih melebar dan diasah sampai tajam. Alat ini digunakan untuk memotong kayu dan berburu. Ditemukan di Sulawesi, Flores, Tanimbar, maluku dan papua.

6. Mata panah


Merupakan alat berburu yang sangat urgent. Sealin untuk berburu, mata panah digunakan untuk menangkap ikan, mata panah dibuat bergerigi. Selain terbuat dari batu, mata panah juga terbuat dari tulang. Ditemukan di Gua Lawa, Gua Gede, Gua petpuruh (Jatim), Gua Cakondo, Gua Tomatoa kacicang, Gua Saripa (sulsel).

7. Alat dari tanah liat


Alat dari tanah liat antara lain Gerabah, alat ini dibuat secara sederhana, tapi pada masa perundagian alat tersebut dibuat dengan teknik yang lebih maju.

8. Bangunan megalithik


Bangunan megalithik adalah bangunan-bangunan yang terbuat dari batu besar didirikan untuk kereluan kepercayaan. Untuk detailnya mohon kunjungi Disini.

9. Alat perunggu

Posted on 13.33 / 0 komentar / Read More
 
Copyright © 2011. San News Online . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates