ShoutMix chat widget

Selasa, 11 Desember 2012

7 Makanan Terbaik untuk Pencernaan



Sanewsonline - Dalam memilih makanan terbaik untuk kesehatan pencernaan, mungkin yang terpenting adalah makanan itu tidak menyebabkan gejala atau keluhan apa pun. Dengan kata lain, makanan yang bagus itu bisa membuat proses pencernaan lebih mudah. 

Apa saja makanan yang bagus dan makanan yang sebaiknya dihindari demi pencernaan sehat? Berikut saran dari para ahli. 

Terbaik

1. Sayur dan buah
Makanan ini adalah sumber serat yang akan melancarkan proses pencernaan dan pembuangan. Sebaiknya kita mengonsumsi serat 20 - 30 gram setiap hari atau setara dengan 5-7 sajian buah dan sayur. 

2. Biji-bijian utuh
Sumber makanan biji-bijian utuh antara lain beras merah dan gandum. Namun nasihat ini mungkin tidak berlaku untuk mereka yang punya penyakit kronik seperti sakit celiac atau sensitif pada gluten.

3. Pisang
Pada dasarnya semua jenis buah bagus untuk pencernaan, tetapi pisang sangat dianjurkan karena tidak mengiritasi perut. Buah ini juga disarankan untuk mereka yang sedang menderita diare atau mual dan muntah. 

4. Air
Konsumsi air yang cukup sangat diperlukan untuk membantu pencernaan sehat. 

5. Jahe
Herbal dan rempah seperti jahe, pepermint, atau turmeric adalah sahabat bagi perut yang sedang bermasalah. Buatlah teh jahe untuk meredakan gangguan pencernaan.

6. Sumber probiotik
Probiotik mengandung bakteri baik yang akan mengembalikan keseimbangan bakteri jahat di usus. Sebaiknya pilih produk yang mengandung bakteri hidup seperti yogurt dan kefir.

7. Sumber prebiotik
Prebiotik adalah sumber makanan probiotik yang diperlukan untuk bakteri baik. Prebiotik ditemukan pada biji-bijian utuh, bawang, asparagus, dan kacang lentil.

Sebaliknya, hindari makanan yang akan memicu gejala refluks dan rasa nyeri di tenggorokan seperti makanan pedas, alkohol, kafein, soda, atau mengandung lemak jenuh tinggi.


Sumber : huffingtonpost
Posted on 20.31 / 0 komentar / Read More

Waspada Kadar Garam dalam Keju



Sanewsonline - Keju termasuk dalam produk makanan yang direkomendasikan para ahli gizi karena kandungan protein, vitamin, dan kalsiumnya. Namun, Anda sebaiknya berhati-hati memilih keju karena ternyata banyak sekali produk yang mengandung garam tinggi. 

Dalam sebuah analisis terhadap 722 keju yang dilakukan oleh kelompok Consensus Action on Salt and Health (Cash), ditemukan banyak produk keju seukuran 30 gram yang mengandung garam lebih tinggi dari sekantong keripik. 

Keju yang mengandung garam paling tinggi adalah keju Roquefort yakni 1,06 gram garam per 30 gram, diikuti dengan keju feta dan halloumi. Sementara itu, keju yang kandungan garamnya paling rendah adalah mozzarellaemmental, dan wensleydale

Analisis tersebut dilakukan pada 30 jenis keju dari 7 supermarket besar di Inggris selama bulan November 2012. 

Makanan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan risiko hipertensi. Asupan garam yang direkomendasikan setiap hari tidak lebih dari 6 gram atau sekitar 6 sendok teh. 

Menanggapi hasil temuan Cash tersebut, dr Judith Bryans, Direktur Dairy Council, mengatakan, garam adalah bagian penting dalam proses pembuatan keju. Garam tersebut tidak ditambahkan untuk menambah rasa, tetapi karena alasan teknik dan keamanan. 

"Perusahaan pembuat keju sudah melakukan upaya untuk mengurangi kadar garam dalam produk mereka," kata Bryans.

Menteri Kesehatan Inggris, Anna Soubry, mengatakan bahwa pemerintah akan mendiskusikan dengan pihak industri agar mereka mau menurunkan kadar garamnya. Skema pelabelan tunggal juga akan dilakukan untuk memudahkan konsumen membandingkan kandungan nutrisi tiap produk. 

Sumber : bbc
Posted on 20.29 / 0 komentar / Read More

Pengunaan Gula Jagung Picu Diabetes


Sanewsonline - Penelitian menunjukkan, penggunaan gula jagung (HFCS) sebagai bahan pemanis makanan olahan dan softdrink berpengaruh para kenaikan jumlah kasus (prevalensi) penyakit diabetes tipe 2. Riset  para ahli dari Universitas California Selatan dan Universitas Oxford yang dimuat Jurnal Global Public Health menyatakan, tingginya penggunaan HFCS di suatu negara dapat berimplikasi pada meningkatnya kasus diabetes tipe 2.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, penggunaan gula jagung atau high-fructose corn syrup sebagai pemanis merupakan  hal yang lumrah.
Setelah melakukan penelitian di 42 negara, para peneliti  menyimpulkan bahwa prevalensi kasus diabetes rata-rata 20 persen lebih tinggi pada negara yang menggunakan HFCS sebagai pemanis, dibandingkan negara-negara yang tidak menggunakan HFCS. 

Meskipun belum dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat yang jelas, namun kecenderungan HFCS berperan dalam meningkatkan risiko diabetes  dibandingkan dengan jenis gula lainnya.

“HFCS merupakan salah satu jenis gula yang dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam skala global,” ujar salah satu peneliti Michael I. Goran, MD, direktur Pusat Penelitian Obesitas Anak, dan co-direktur Institut Penelitian Diabetes dan Obesitas di Sekolah Kedokteran Keck di USC dalam rilisnya. “Hasil dari penelitian ini menambah referensi ilmiah yang mengindikasikan konsumsi HFCS dapat berakibat buruk bagi kesehatan, dan lebih berbahaya daripada gula alami.”

HFCS biasanya digunakan sebagai pemanis minuman dan makanan ringan, dan makanan olahan lainnya. Tidak seperti glukosa dari gula alami, rasa manis dari HFCS berasal dari fruktosa. Kandungan fruktosa tinggi yang dimilikinya membuat tubuh mudah sekali mengubahnya menjadi lemak. Hal tersebut dikarenakan ada perbedaan tubuh mencerna glukosa dan fruktosa. Oleh karena itu, konsumsi fruktosa dapat birisiko obesitas.

Diabetes tipe 2, kerap kali dikaitkan dengan obesitas, dan merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di seluruh dunia. Menurut hasil penelitiannya, Goran menyatakan hampir 8 persen orang di dunia bisa jadi menderita diabetes pada tahun 2030 jika konsumsi HFCS masih diteruskan. Oleh karena itu, untuk mencegah terkena diabetes tipe 2, sebaiknya segeralah kurangi konsumsi segala bentuk gula dan pemanis buatan yang ada dalam minuman ataupun makanan ringan.

Sumber : Healthday, EverydayHealth
Posted on 20.28 / 0 komentar / Read More

Makanan Lezat untuk Mata Sehat



Sanewsonline - Menjaga kesehatan mata penting dilakukan untuk penglihatan yang selalu prima. Lebih baik lagi menjaga kesehatan mata dilakukan selagi usia muda ketika mata masih sehat untuk terus menjaga kesehatannya hingga usia lanjut. Berikut adalah beberapa makanan yang bukan hanya enak, tetapi juga sangat baik untuk mata Anda.
Salmon, Tuna, dan Sarden
Minyak ikan dari salmon, tuna, dan sarden mengandung asam omega-3Manfaat dari makanan ini yaitu dapat mengurangi gejala pedih karena mata kering, mata merah, dan gatal, meskipun dibantu pula dengan menggunakan obat tetes mata. Makanan ini juga disebutkan dapat mengurangi risikokatarak.
Sayuran Bewarna Merah, Hijau, dan Kuning
Lima sampai sembilan porsi sayuran berwarna cerah setiap hari, mengandung antioksidan dalam jumlah yang optimal untuk tubuh. Ini sangat baik untuk melindungi tubuh terhadap segala bentuk kanker, dan memperkuat mata dengan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Penyakit mata yang berhubungan dengan radikal bebas umumnya terjadi pada usia lanjut,  sehingga baik sekali apabila dilakukan penjagaan selagi usia muda. Sayuran seperti bayam dan kangkung, jagung manis, kacang polong, dan brokoli mengandung lutein yang merupakan salah satu antioksidan kuat. Maka menambah porsi sayuran ke dalam menu makanan Anda tentu sangat baik dilakukan.
Wortel dan Bebagai Jenis Ubi
Wortel dan ubi-ubian mengandung pro vitamin A karotenoid yang tinggi, betakaroten, dan vitamin yang paling efektif untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin A membantu mengobati mata kering dan berbagai macam gejala iritasi mata lainnya.
Jenis sayuran ini juga dapat membantu melindungi kornea di mata yang penting untuk penglihatan.Selain itu sayuran ini juga dapat menjaga tulang untuk kuat dan sehat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A dalam wortel membuat membran pada permukaan mata dan kulit lebih kuat, sehingga mencegah infeksi bakteri dan virus.
Daging Sapi, Ayam, HatiKeju dan Susu
Selain vitamin A dan lutein yang berasal dari nabati, sumber lain yaitu berasal dari hewan, antara lain daging sapi, ayam, hati, keju dan susu. Dengan mengombinasikan vitamin A dan lutein maka kesehatan penglihatan mata akan terjaga  lebih lama.
Menjaga kesehatan mata dengan konsumsi makanan enak, mudah sekali bukan?

Sumber : medicaldaily
Posted on 20.27 / 0 komentar / Read More

Hewan dengan Telur Paling Kuat Sejagat



Sanewsonline - Telur yang lazim dikenal manusia biasanya rentan dan mudah pecah. Tapi, rupanya ada telur yang bisa dibilang paling kuat sejagat, yaitu telur hewan golongan custacea,Eucypris virens, yang juga sering disebut udang biji.

Eucypris virens adalah spesies yang bisa hidup dalam dua fase, seksual dan aseksual. Keduanya punya bentuk yang berbeda. Spesies ini memiliki sperma yang berukuran raksasa, mencapai 1 cm. Dengan kata lain, sperma spesies ini lebih panjang dari tubuhnya sendiri.

Jochen Vandekerkhove, peneliti dari University of Gda?sk di Polandia menguji kekuatan telur tersebut dalam sebuah eksperimen. Telur tersebut dipaparkan dengan sekian tekanan yang berpotensi sangat merusak bagi telur-telur umumnya. Hasil eksperimen dipublikasikan di jurnal Freshwater Biology, Selasa (4/12/2012). 

Telur diantaranya disimpan pada suhu -72 derajat Celsius selama 3 minggu, dipaparkan pada radiasi ultraviolet B selama 10 jam, ditaruh dalam kondisi minim oksigen selama seminggu, dipaparkan pada empat macam enzim pencermaan, garam dan insektisida. Untuk pembanding, ada telur lain yang berada di kondisi normal.

Hasil eksperimen seperti diberitakan New Scientist, Kamis (6/12/2012) menunjukkan, hanya faktor sinar ultraviolet B yang memengaruhi telur Eucypris virens. Penetasan telur fase aseksual spesies itu sedikit melambat. Sementara, telur fase seksualnya tak terpengaruh.

Hingga saat ini, hewan yang bisa mengalahkan Eucypris virens adalah water bear, jenis invertebrata yang mampu bertahan di suhu di bawah -273 derajat Celsius dan tetap bertahan di lingkungan hampa antariksa. Eucypris virens mungkin juga harus dikirim ke angkasa.


Sumber : Newscientist
Posted on 20.20 / 0 komentar / Read More

Sinyal Baru Kemampuan Mars Mendukung Kehidupan



Robot Curiosity milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat  menemukan sinyal baru bahwa Mars mampu mendukung kehidupan. Curiosity menemukan senyawa organik di Mars.

Dalam acara American Geophysical Union, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa senyawa yang ditemukan pada debu Mars dengan instrumen Sample Analysis at Mars (SAM) adalah  klorin, sulfur, air, serta senyawa organik yang tersusun atas karbon dan merupakan bagian dari makhluk hidup.

Meski demikian, ilmuwan belum bisa memastikan apakah senyawa organik benar-benar berasal dari Mars. "SAM tidak menemukan senyawa organik secara pasti," kata Paul Mahaffy, pemimpin investigasi instrumen SAM dari Goddard Space Flight Center, NASA.

"Meskipun SAM mendeteksi adanya senyawa organik, langkah pertama kita harus menentukan apakah senyawa itu memang berasal dari Mars," kata John Grotzinger, ilmuwan yang terlibat penelitian misi Curiosity, seperti dikutip Space, Senin (3/12/2012).

Bahan yang dianalisis oleh SAM bernama perklorat, senyawa reaktif yang terdiri atas oksigen dan klorin. Dalam instrumen SAM, senyawa itu dioven sehingga  susunan bahan kimianya bisa terdeteksi. Setelah dipanaskan, perklorat membentuk metana yang terklorinasi. Metana mengandung karbon, merupakan senyawa organik.

"Klorin mungkin saja asli Mars, tetapi mungkin saja karbon yang ada berasal dari Bumi, dibawa oleh Curiosity dan terdeteksi oleh instrumen SAM yang super sensitif," demikian terungkap dalam pernyataan resmi NASA yang dikutip Space.

Temuan kali ini merupakan hasil kerja Curiosity menganalisis sampel tanah di lokasi yang disebut Rocknest. target akhir Curiosity adalah gunung Sharp yang menjulang dari kawah gale, lokasi pendaratan Curiosity pada 6 Agustus 2012.

Meskipun temuan senyawa organik masih belum bisa dipastikan kebenarannya, Curiosity telah membuat penemuan hebat lainnya. Curiosity menemukan bukti terkuat adanya air di Mars, kemiripan batuan Mars dengan batuan di Bumi dan bahwa astronot sebenarnya bisa survive melawan radiasi di Mars.

Grotzinger dikutip Reuters, Senin, mengingatkan, jika pun karbon ditemukan, tak berarti Mars bisa dinyatakan layak huni. "Cuma menemukan karbon di suatu tempat tak berarti itu berkaitan (berasal) dengan kehidupan yang ada atau berarti menemukan tempat baru yang layak huni."

Sumber : Space
Posted on 20.18 / 0 komentar / Read More

Adakah "Krakatau" di Venus?



Sanewsonline - Para astrofisikawan sebelumnya meyakini bahwa Venus hanya memiliki gunung api yang telah mati selama jutaan tahun. Namun, riset terbaru memunculkan perdebatan bahwa saudara "perempuan" Bumi itu juga memiliki gunung aktif seperti Krakatau ataupun Merapi. 

Bukti yang mengarah pada vulkanisme di Venus didapatkan dari pengamatan Venus Express, wahana antariksa yang mengorbit planet kedua terdekat dari Matahari itu sejak 2006. Hasil pengamatan wahana tersebut, yang telah dianalisis oleh ilmuwan, dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, Senin (3/12/2012).

Venus Express mendapati adanya gas sulfur dioksida (SO2), gas yang dihasilkan oleh gunung api aktif di Bumi, sesaat setelah kedatangannya di Venus 6 tahun lalu. Konsentrasi SO2 kemudian turun setelah beberapa saat, dan kini 10 kali lebih rendah dari tahun 2006.

"Jika Anda melihat adanya kenaikan konsentrasi sulfur dioksida di atmosfer, Anda tahu bahwa sesuatu telah membawanya ke atas, sebab molekul individual SO2 akan terdegradasi oleh sinar Matahari setelah beberapa hari," kata Emanuel Marq dari European Space Agency, seperti dikutip AFP, Senin.

Wahana milik badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sebelumnya, Pioneer Venus, pada tahun 1980-an juga mendeteksi adanya kenaikan konsentrasi SO2 di Venus. Wahana itu menjalankan misinya pada tahun 1978-1992.

Kenaikan kadar SO2 memang menjadi petunjuk adanya vulkanisme. Namun sayangnya, semua belum bisa dipastikan. Kenaikan SO2 juga menjadi gejala lain, yaitu adanya badai yang mengocok gas beracun tersebut di atmosfer Venus.

Fenomena badai itu terjadi karena perbedaan waktu rotasi Venus dengan kecepatan angin. Venus berotasi pada sumbunya sendiri selama 243 hari Bumi. Sementara itu, kecepatan anginnya jauh lebih cepat sehingga hanya butuh 4 hari Bumi untuk berembus mengelilingi Venus.

"Erupsi vulkanik bisa menjadi seperti piston yang meningkatkan kadar sulfur dioksida, tetapi keanehan pada sirkulasi planet yang belum kita ketahui dengan pasti juga bisa mencampur gas menghasilkan fenomena yang sama," ungkap Jean-Loup Bertaux, peneliti pada instrumen SPICAV yang ada pada wahana Venus Express.

Venus semula dianggap saudara Bumi dan bisa mendukung kehidupan. Namun, hasil penelitian pada tahun 1970 menunjukkan bahwa atmosfer Venus tinggi kadar karbon dioksida dan tekanan 90 kali di Bumi. Suhu planet ini mencapai 457 derajat Celsius.

Sumber : AFP
Posted on 20.11 / 0 komentar / Read More

Makhluk Aneh Terungkap lewat Ekspedisi Sutradara "Titanic"



Sanewsonline - Ekspedisi sutradara film Titanic, James Cameron, di laut dalam, termasuk Palung Mariana pada 31 Januari-3 April 2012 lalu, membuahkan hasil menakjubkan. Beragam spesies aneh yang hidup di laut dalam terungkap.

Kevin Hand, astrobiolog dari Jet Propulsion Laboratory Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkap makhluk-makhluk yang ditemukan selama ekspedisi Cameron dalam ajang pertemuan tahunan American Geophysical Union, Selasa (4/12/2012).

Salah satu yang ditemukan dalam ekspedisi Cameron adalah mikroba yang hidup dari zat kimia pada batuan berukuran 10.982 meter di Samudra Pasifik. Peneliti berspekulasi bahwa apa yang dilakukan oleh mikroba itu terkait dengan awal kehidupan di Bumi, bahkan mungkin di bagian Tata Surya lain.

"Kami berpikir bahwa proses kimia pada mikroba itu adalah akar metabolisme. Mikroba ini mungkin adalah mesin yang memicu munculnya kehidupan. Mungkin bukan cuma di sini, tapi juga di dunia lain seperti Europa (satelit Jupiter)," kata Hand seperti dikutip Livescience, Rabu (5/12/2012).

Selain mikroba itu, ekspedisi Cameron juga mengungkap adanya amphipoda (serupa udang) makhluk seukuran 17 cm yang mungkin memakan kayu yang jatuh ke palung. Makhluk itu dikoleksi dan dibawa ke permukaan untuk diteliti.

Doug Bartlett, pakar mikrobiologi dari University of California, San Diego, mengatakan bahwa makhluk itu mengandung protein yang berfungsi membantu jaringan yang mampu bertahan hidup di tekanan tinggi. Protein itu identik dengan obat yang digunakan pada penyakit Alzheimer.

Sejumlah 20.000 mikroba dari palung juga dikoleksi dan dianalisis secara genetik. Penelitian mengungkap bahwa lingkungan laut dalam punya kekayaan akan xenophores, ameba raksasa yang merupakan makhluk hidup dengan ukuran sel terbesar. 

Dalam proses latihan di Palung New Britain, Cameron yang menyelam hingga kedalaman 8.200 meter menemukan spesies terbesar mentimun laut dan betapa lingkungan itu kaya akan jenis cacing acorn, invertebrata yang khas karena kotorannya yang berbentuk spiral. 

Bukan hanya makhluk hidup yang terungkap. Ekspedisi Cameron juga menguak dasar laut tertua di Bumi yang berusia 180 juta tahun. Batuan di dasar Palung Mariana merupakan lelehan lava saat dinosaurus berjaya di Bumi.

Patty Fryer, geolog dari University of Honolulu, Hawaii, menuturkan bahwa gambar lain yang diambil dalam ekspedisi Cameron di Palung New Britain merupakan bantalan lava terdalam yang pernah dicitrakan. 

Palung Mariana merupakan zona subduksi dengan kondisi dua lempeng Bumi bertemu. Air dari wilayah itu berinteraksi dengan batuan, mengubah mineral lewat proses serpentinisation. Proses ini menghasilkan sulfur, metana dan hidrogen yang bisa dikonsumsi bakteri. Ada ekosistem kompleks di palung yang dalam itu.

Beberapa tahun terakhir, peneliti berspekulasi bahwa kehidupan awal Bumi bermula 4 miliar tahun yang lalu di zona subduksi serupa Palung Mariana. Temperatur palung saat itu lebih dingin dari saat ini.

Cameron mengatakan, "Palung laut dalam mungkin menjadi tempat kehidupan muncul di Bumi. Misteri ini perlu dipecahkan. Semoga saja kita bisa menyelam lagi." Cameron yang menyelam dengan Challenger Deep mengatakan, sejauh ini belum ada rencana penyelaman lagi.

Sumber : Kompas
Posted on 20.04 / 0 komentar / Read More

Teka-teki Jambul di Bulan Saturnus



Sanewsonline - Salah satu bulan planet Saturnus, Iapetus, memiliki bentuk yang aneh. Iapetus memiliki jambul, alias formasi gunung, yang menjulang setinggi 19,2 km dari permukaan di wilayah ekuator. Sampai saat ini, sebab musabab munculnya jambul itu masih jadi teka-teki.

Sebelumnya, ilmuwan berpendapat bahwa jambul itu muncul akibat aktivitas tektonik pada bulan itu sendiri. Alternatif lain adalah adanya benda langit serupa bulan yang mengembara terlalu dekat dengan Iapetus dan justru mengalami disintegrasi dan membentuk formasi gunung.

Dalam pertemuan tahunan American Geophysical Union yang diadakan di San Fransisco, Selasa (5/12/2012), Gabriel Tobie dari University of Nantes di Perancis menjelaskan teori baru tentang pembentukan jambul tersebut. Teori ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya.

Menurut Tobie, segera setelah terbentuk, Iapetus berputar pada porosnya dengan kecepatan sekali selama 6 jam. Namun setelah berusia 10 juta tahun, objek berukuran 800 - 1040 km menumbuk permukaan bulan itu dan 'tertanam' di dalamnya.

Tumbukan itu mengubah rotasi Iapetus. Periode rotasi Iapetus menjadi lebih lambat, menjadi 30 jam per putaran. Perubahan yang tiba-tiba itu menyebabkan kerak bulan itu terdeformasi. bagin kutub jadi lebih mendatar. Sementara bagian ekuatornya seperti dicubit hingga membentuk formasi gunung.

"Adalah mungkin bahwa satu tumbukan bisa mengubah rotasi Iapetus. Kita bisa menghasilkan puncak tersebut jika suatu benda langit memang bergerak sangat cepat sebelumnya," kata Tobie seperti dikutip oleh Wired Science, Selasa lalu. 

Meskipun teori itu menarik, banyak ilmuwan menyikapinya dengan skeptis. Perubahan putaran benda langit takkan terjadi sebegitu mudah. Selain itu, simulasi mungkin belum memperhitungkan interior bulan dengan tepat. Pada akhirnya, si jambul tetap teka-teki.

Sumber : Kompas
Posted on 20.01 / 0 komentar / Read More

Effendy, Sang Penemu 730 Senyawa Baru



Sanewsonline _ Indonesia boleh berbangga karena memiliki Prof Effendy, ahli kristalografi yang diakui dunia. Di tengah minimnya sarana dan prasarana penelitian, ia mampu menemukan dan menganalisis 730 senyawa koordinasi baru dari garam-garam tembaga, perak, dan logam-logam alkali dengan ligan-ligan dari unsur golongan 15. Suatu angka pencapaian yang menurut para ahli kimia amat luar biasa.

Pekan lalu, Effendy mendapatkan Habibie Award atas 22 tahun penelitiannya dalam sintesis dan penentuan struktur senyawa koordinasi, dengan menggunakan metode difraksi sinar X. Penelitian Effendy memang penelitian dasar yang manfaatnya baru dirasakan 10-20 tahun mendatang.

Penerima Habibie Award 2012 lainnya adalah Prof Dr Teguh Santoso Sukamto, kardiolog FKUI/RSCM. Baik Effendy maupun Teguh memperoleh hadiah uang 25.000 dollar AS.

Penelitian Effendy tentang struktur senyawa kimia itulah yang nantinya menjadi dasar peneliti lain untuk menciptakan berbagai inovasi untuk kepentingan medis, pangan, dan bioteknologi.

”Sekarang ini berbagai disiplin ilmu harus saling bekerja sama. Ahli biologi molekuler harus bekerja sama dengan ahli kristalografi. Molekul kecil seperti Cisplatin berbahan dasar atom platinum, hidrogen, nitrogen, dan klor, yang ditemukan 75 tahun lalu. Belum lama ini, secara tidak sengaja diketahui itu dapat digunakan sebagai obat antikanker,” Effendy menuturkan.

Terancam ”drop out”

Effendy bercerita, dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi ahli kimia. Sewaktu masih duduk di bangku SMA, ia bercita-cita menjadi dokter. Namun ayahnya, Nawawi, yang sempat menjadi pengepras atau pemborong tanaman tebu, secara mendadak bangkrut. Ketika itu sang ayah bangkrut karena ditipu oleh oknum-oknum di Pabrik Gula Krebet Baru, Malang.

Kondisi itu membuat Effendy terpaksa masuk ke Jurusan Pendidikan Kimia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Dia membiayai kuliah dengan membuka kios penyewaan buku dan komik. Usaha inilah yang kemudian juga membantu membiayai kuliah empat adiknya.

Lulus S-1 dari IKIP Malang pada 1981, dua tahun kemudian Effendy melanjutkan ke jenjang S-2 Pendidikan Kimia di IKIP Jakarta. Dia berhasil lulus S-2 tahun 1985. Pada 1987, Effendy memperoleh beasiswa untuk belajar ke Australia bersama 20 pengajar IKIP yang sudah menyandang S-2 dari seluruh Indonesia. Mereka diharapkan menjadi pakar dalam bidang kimia, fisika, dan matematika.

”Di Australia, kami semua diturunkan setara dengan tahun ketiga S-1. Luar biasa berat buat saya karena selama satu tahun harus mendalami teori-teori kimia untuk mencapai gelar BSc dan setahun lagi untuk BSc Honour. Namun, saya merasa beruntung karena bisa menemukan satu senyawa pada saat terakhir masa tesis. Kalau tidak, saya bisa kena drop out,” cerita Effendy beberapa waktu lalu.

Dari satu senyawa itulah, Effendy melangkah lebih jauh. Ia terus melakukan penelitian dan menemukan senyawa-senyawa koordinasi lain yang kemudian dia pelajari strukturnya. Jika mahasiswa lain berlibur pada musim panas, Effendy justru memilih berkutat di laboratorium. ”Setelah dua bulan, saya berhasil menyintesis 32 senyawa baru,” katanya.

Atas prestasinya itu, Effendy ditawari masuk program doktor tanpa harus menyelesaikan program master. Dua bulan setelah pengumuman kelulusan sebagai doktor pada akhir tahun 1993, Effendy diminta oleh seorang ahli kimia, Prof Allan Henry White, untuk melanjutkan penelitian yang dia lakukan selama menjalani program doktor.

”Saya menerima tawaran itu karena di Indonesia belum ada alat single crystal diffractometer X-ray yang merupakan alat utama dalam penelitian saya. Kalau saya paksakan pulang ke Tanah Air, penelitian saya akan berhenti di tengah jalan,” kata Effendy.

Mondar-mandir

Sejak 1994 hingga kini, Effendy mondar-mandir antara Malang dan Australia. Akibatnya, dia tergolong terlambat untuk menikah. Pada 1998, saat berusia 42 tahun, dia menikahi Aniswati, salah seorang mahasiswinya di IKIP Malang yang lebih muda 18 tahun dari dirinya. ”Saya memimpikannya ketika naik haji,” tuturnya.

Effendy bercerita, dia memiliki lahan sawah 1 hektar untuk ditanami padi. Oleh karena itulah, sang istri belakangan ini juga menjadi penyuluh pertanian dan mengelola sebuah toko swalayan di Bulu, Lawang.

”Ini untuk membagi rezeki kepada lima karyawan toko kami. Kami berusaha agar hidup ini bisa memberi manfaat kepada orang lain,” ujarnya.

Effendy yang awalnya adalah pendidik kimia murni sekarang menjadi salah seorang dari sedikit ahli kristalografi yang dimiliki Indonesia. Hasil penelitian yang dia tulis lalu diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah dunia.

Dia menjadi satu-satunya ilmuwan Indonesia yang namanya masuk daftar Cambridge Structural Database (CSD) di Cambridge Crystallographic Data Centre, sebuah database berisi nama para peneliti yang berhasil memublikasikan minimal 501 struktur senyawa baru dalam jurnal internasional. Karena itu, amat pantas jika Effendy mendapatkan Habibie Award di bidang ilmu dasar.

Selain menjadi peneliti ilmu kimia, Effendy juga membantu mengembangkan kurikulum pendidikan ilmu kimia untuk para pelajar SMP dan SMA rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah internasional. Dia juga membantu pengembangan program pendidikan tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di tengah semua kesibukannya itu, Effendy masih sempat menulis setidaknya sembilan buku teks. Salah satu bukunya itu ditulis dalam bahasa Inggris.

Impian Effendy yang belum terwujud adalah menjadikan Universitas Negeri Malang sebagai pusat kristalografi nasional. Dia berharap ada donatur yang mau membantu pengadaan alat single crystal diffractometer X-ray yang harganya sekitar Rp 5 miliar.

”Hal yang juga penting adalah menyiapkan teknisi untuk mengoperasikan dan kaderisasi untuk mereka yang ingin mendalami kristalografi. Kaderisasi itu yang lebih sulit karena minat mahasiswa kecil sekali untuk mendalami ilmu dasar,” kata Effendy.

 
***


H Effendy

• Lahir: Malang, 20 September 1956

• Pendidikan: 
- S-1 Pendidikan Kimia IKIP Malang, 1981 
- S-2 Pendidikan Kimia IKIP Jakarta, 1985 
- S-3 Kimia Anorganik Fisik University of Western, Australia, 1994 

• Istri: Aniswati 

• Anak: 
- Naufal Attiqurrahman
- Fiqri Ihsanurrahman 
- Adzka Rizqy Taufiqurrahman 

• Pekerjaan: 
- Guru besar pada Universitas Negeri Malang
- Visiting researcher di Department of Chemistry University of Western, Australia

Sumber : kompas
Posted on 20.00 / 0 komentar / Read More

Afrika adalah "Amerika" seperti pada Zaman Purba



Sanewsonline - Jika Amerika Serikat adalah pusat teknologi pada masa modern, dilihat dari inovasi, publikasi ilmiah, dan peraih nobel, Afrika Selatan bisa dikatakan "Amerika" pada zaman purba. Di sanalah, para perekayasa mulai berkarya melahirkan teknologi yang diperlukan pada masa itu.

Hal itu terungkap dalam hasil studi Christopher Henshilwood, arkeolog dari Wits University di Johannesburg. Makalah berjudul "Late Pleistocene Techno-traditions in Southern Africa: A Review of the Still Bay and Howiesons Poort, c. 75 ka" yang menguraikan hasil studi itu diterbitkan di jurnal World Prehistory, Kamis (6/12/2012).

Dalam makalah itu, Henshilwood mengungkapkan bahwa ada dua periode yang merujuk pada revolusi teknologi pada zaman purba, yaitu Still Bay techno tradition (75.000-70.000 tahun lalu) dan Howiesons Poort techno tradition (65.000-60.000 tahun lalu).

Berdasarkan hasil penelitian, pada masa itulah Homo sapiens mulai menciptakan teknologi. Sejumlah alat dihasilkan, di antaranya seni abstrak pertama di telur burung unta, perhiasan pertama, alat batu pertama, serta anak panah batu pertama yang dilepaskan dengan busur.

"Semua inovasi itu, dan banyak lagi yang baru saja ditemukan, menunjukkan dengan jelas bahwa Homo sapiens di Afrika  bagian selatan pada masa itu cerdas dan punya perilaku seperti kita," kata Henshilwood, seperti dikutip Physorg, Rabu hari ini.

Henshilwood dalam makalahnya juga menguraikan faktor pendorong munculnya inovasi itu. Menurut dia, inovasi dipacu oleh masalah kependudukan dan perubahan iklim, terutama naiknya permukaan air laut, yang menjadi ancaman saat itu.

Hasil penelitian Henshilwood menantang pandangan sebelumnya bahwa perilaku dan teknologi manusia berkembang dari manusia Eropa 40.000 tahun lalu. Perilaku kompleks dan teknologi manusia ternyata bermula di Afrika, wilayah yang kini kadang diasosiasikan dengan keterbelakangan. 

Sumber : Physorg
Posted on 19.58 / 0 komentar / Read More

Galaksi Paling Terang



Sanews Online -Galaksi yang biasanya tampak seperti kabut tampil begitu terang dan jelas dalam citra teleskop Hubble milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan European Space Agency (ESA). 

Galaksi yang dicitrakan itu bernama ESO 318-13. Saking terangnya, galaksi tersebut dijuluki "glittering galaxy" atau galaksi yang berkilau. Bintang yang berada di galaksi itu hampir bisa dihitung.

Dalam citra Hubble, ESO 318-13 memang obyek utama yang ingin ditampilkan. Namun, gambar juga menyajikan betapa galaksi itu hanya sebagian kecil dari semesta.

Citra menunjukkan, beberapa bintang yang sebenarnya tidak berada di galaksi itu juga terlihat. Contohnya, bintang yang pada gambar di atas tampak berada di tengah.

"Ini adalah tipuan perspektif. Bintang itu sebenarnya ada di Bimasakti, galaksi kita, dan itu bersinar terang karena letaknya yang lebih dekat dibandingkan ESO 318-13," demikian dinyatakan ESA.

Diberitakan Daily Mail, Senin (3/12/2012), gambar juga menyajikan obyek serupa piringan yang sebenarnya merupakan galaksi-galaksi yang lebih jauh.

Citra galaksi berbentuk elips juga berhasil ditangkap bersama galaksi lain berbentuk spiral yang akan menjadi target observasi para astronom.

Sumber : dailymail
Posted on 19.56 / 0 komentar / Read More

Wajah Bumi Di Malam Hari Dilihat dari Antariksa



Sanews Online - Bumi acapkali disebut Planet Biru karena citranya yang tampak biru saat diambil pada siang hari. Tapi, apakah Bumi juga biru pada malam hari? 

Citra terbaru yang dirilis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa setelah Matahari tenggelam, bila dilihat dari antariksa, Bumi lebih menyerupai kelereng hitam dengan hiasan glitter keemasan.

Citra yang diambil dengan instrumen di satelit Suomi NPP tersebut dirilis di ajang American Geophysical Union yang diadakan di San Francisco, Selasa (4/12/2012).

"Untuk alasan yang sama dengan kita harus melihat Bumi di siang hari, kita juga harus melihat Bumi pada malam hari. Tak seperti manusia, Bumi tak pernah tidur," kata Steve Miller dari NOAA seperti dikutip Space, Rabu (5/12/2012).

Instrumen yang digunakan untuk menghasilkan citra Bumi kali ini disebut Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS). Instrumen ini sebenarnya berfungsi menangkap data awan, salju, dan formasi es di malam hari.

VIIRS begitu sensitif sehingga cahaya yang dihasilkan oleh lampu-lampu di muka Bumi pun terlihat. Tampak Sungai Nil diterangi oleh cahaya, begitu pula wilayah pantai timur Amerika Serikat.

Citra juga memperlihatkan cahaya yang berasal dari Bulan, aurora, dan api alami. Cahaya itulah yang membuat Bumi kerlap-kerlip seperti berhias glitter emas.

Sumber : Space
Posted on 19.54 / 0 komentar / Read More
 
Copyright © 2011. San News Online . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates